Malam readers..
Sepertinya udah lama sekali ya aku gak nulis. Well,malam ini aku akan menulis sesuatu cerita yang sangat panjang (apaan sih? Lebay amat).
Beberapa waktu lalu seorang sahabat menghubungiku dan meminta ingin bertemu dan aku menjanjikan tanggal beserta lokasi pertemuannya.
Saat hari H tiba,aku bergegas pergi ke tempat yang telah ku janjikan kepadanya. Sesampainya disana,aku melihat dirinya menundukkan kepala sambil memegang pegangan gelas minuman yang telah dia pesan dengan sangat erat. "apa dia sedang ketakutan?" tanyaku dalam hati.
"hey ci,maaf lama" ucapku sembari merasa tidak enak hati (ya karena memang aku datang telat)
"iya gak apa" jawabnya sambil memberikan senyuman terpaksa.
"ada apa? apakah ada sesuatu?"
Disini dia mulai bercerita tentang semua hal yang telah mengganggu pikirannya selama ini.
"kenapa masalah selalu dengan mudah hadir di kehidupan kita? baik itu masalah dari rumah,persahabatan,pendidikan dan bahkan pekerjaan? kenapa juga semua masalah itu harus muncul di saat yang bersamaan?" Di rumah setiap hari ada masalah,diantara sesama teman juga ada yang bertengkar dan aku yang harus menyatukan mereka kembali,perkuliahan dan pekerjaan ku juga lagi bermasalah. Kenapa semuanya harus terjadi bersamaan? Aku benar-benar pusing. Ingin rasanya aku mati saja." tanyanya sambil menangis.
Aku terdiam sejenak,memikirkan jawaban yang tepat untuknya. Aku melihat dengan seksama raut wajahnya yang muram dan pipi di wajahnya sudah tidak berisi lagi. Rasa kasihan ku muncul terhadapnya saat mengetahui bahwa bobot badannya berkurang. Aku berpindah tempat duduk tepat di sampingnya dan memeluk tubuhnya yang semakin kurus agar dia dapat merasa tenang walau sejenak. "masalah hadir dengan mudah di kehidupan kita kar'na Tuhan mengizinkan hal itu terjadi. Dia mengizinkannya,agar kita tetap mengingat Dia serta mengandalkan Dia membantu kita memecahkan masalah kita dan kita bisa naik ke level selanjutnya. Ingatlah ci,kamu punya Tuhan yang mampu menyelesaiakan setiap masalah yang kamu hadapi saat ini."
Dia melihatku seksama. Entah apa yang aku pikirkan tapi aku merasa itu jawaban terbaik yang dapat ku beri untuk dia.
"iya,kamu benar. Seharusnya dari dulu aku ingat bahwa aku punya Tuhan yang luar biasa. Terimakasih ya udah mau mendengarkan keluhanku dan mau memberikan saran" ucapnya sambil tersenyum
"sama-sama ci. kalau perlu seseorang lagi untuk mendengarkan keluhanmu,aku siap kapan saja".
Kira-kira seperti itulah cerita malam ini. Intinya adalah Tuhan mengizinkan semua masalah hadir di kehidupan kita agar kita mengingat Dia dan mengandalkan Dia didalam permasalahan yang sedang kita hadapi.
Sepertinya udah lama sekali ya aku gak nulis. Well,malam ini aku akan menulis sesuatu cerita yang sangat panjang (apaan sih? Lebay amat).
Beberapa waktu lalu seorang sahabat menghubungiku dan meminta ingin bertemu dan aku menjanjikan tanggal beserta lokasi pertemuannya.
Saat hari H tiba,aku bergegas pergi ke tempat yang telah ku janjikan kepadanya. Sesampainya disana,aku melihat dirinya menundukkan kepala sambil memegang pegangan gelas minuman yang telah dia pesan dengan sangat erat. "apa dia sedang ketakutan?" tanyaku dalam hati.
"hey ci,maaf lama" ucapku sembari merasa tidak enak hati (ya karena memang aku datang telat)
"iya gak apa" jawabnya sambil memberikan senyuman terpaksa.
"ada apa? apakah ada sesuatu?"
Disini dia mulai bercerita tentang semua hal yang telah mengganggu pikirannya selama ini.
"kenapa masalah selalu dengan mudah hadir di kehidupan kita? baik itu masalah dari rumah,persahabatan,pendidikan dan bahkan pekerjaan? kenapa juga semua masalah itu harus muncul di saat yang bersamaan?" Di rumah setiap hari ada masalah,diantara sesama teman juga ada yang bertengkar dan aku yang harus menyatukan mereka kembali,perkuliahan dan pekerjaan ku juga lagi bermasalah. Kenapa semuanya harus terjadi bersamaan? Aku benar-benar pusing. Ingin rasanya aku mati saja." tanyanya sambil menangis.
Aku terdiam sejenak,memikirkan jawaban yang tepat untuknya. Aku melihat dengan seksama raut wajahnya yang muram dan pipi di wajahnya sudah tidak berisi lagi. Rasa kasihan ku muncul terhadapnya saat mengetahui bahwa bobot badannya berkurang. Aku berpindah tempat duduk tepat di sampingnya dan memeluk tubuhnya yang semakin kurus agar dia dapat merasa tenang walau sejenak. "masalah hadir dengan mudah di kehidupan kita kar'na Tuhan mengizinkan hal itu terjadi. Dia mengizinkannya,agar kita tetap mengingat Dia serta mengandalkan Dia membantu kita memecahkan masalah kita dan kita bisa naik ke level selanjutnya. Ingatlah ci,kamu punya Tuhan yang mampu menyelesaiakan setiap masalah yang kamu hadapi saat ini."
Dia melihatku seksama. Entah apa yang aku pikirkan tapi aku merasa itu jawaban terbaik yang dapat ku beri untuk dia.
"iya,kamu benar. Seharusnya dari dulu aku ingat bahwa aku punya Tuhan yang luar biasa. Terimakasih ya udah mau mendengarkan keluhanku dan mau memberikan saran" ucapnya sambil tersenyum
"sama-sama ci. kalau perlu seseorang lagi untuk mendengarkan keluhanmu,aku siap kapan saja".
Kira-kira seperti itulah cerita malam ini. Intinya adalah Tuhan mengizinkan semua masalah hadir di kehidupan kita agar kita mengingat Dia dan mengandalkan Dia didalam permasalahan yang sedang kita hadapi.
Komentar
Posting Komentar