Langsung ke konten utama

Cerita Rohani

Malam readers..
Sepertinya udah lama sekali ya aku gak nulis. Well,malam ini aku akan menulis sesuatu cerita yang sangat panjang (apaan sih? Lebay amat).

Beberapa waktu lalu seorang sahabat menghubungiku dan meminta ingin bertemu dan aku menjanjikan tanggal beserta lokasi pertemuannya.

Saat hari H tiba,aku bergegas pergi ke tempat yang telah ku janjikan kepadanya. Sesampainya disana,aku melihat dirinya menundukkan kepala sambil memegang pegangan gelas minuman yang telah dia pesan dengan sangat erat. "apa dia sedang ketakutan?" tanyaku dalam hati.

"hey ci,maaf lama" ucapku sembari merasa tidak enak hati (ya karena memang aku datang telat)
"iya gak apa" jawabnya sambil memberikan senyuman terpaksa.
"ada apa? apakah ada sesuatu?"
Disini dia mulai bercerita tentang semua hal yang telah mengganggu pikirannya selama ini.
"kenapa masalah selalu dengan mudah hadir di kehidupan kita? baik itu masalah dari rumah,persahabatan,pendidikan dan bahkan pekerjaan? kenapa juga semua masalah itu harus muncul di saat yang bersamaan?" Di rumah setiap hari ada masalah,diantara sesama teman juga ada yang bertengkar dan aku yang harus menyatukan mereka kembali,perkuliahan dan pekerjaan ku juga lagi bermasalah. Kenapa semuanya harus terjadi bersamaan? Aku benar-benar pusing. Ingin rasanya aku mati saja." tanyanya sambil menangis.
Aku terdiam sejenak,memikirkan jawaban yang tepat untuknya. Aku melihat dengan seksama raut wajahnya yang muram dan pipi di wajahnya sudah tidak berisi lagi. Rasa kasihan ku muncul terhadapnya saat mengetahui bahwa bobot badannya berkurang. Aku berpindah tempat duduk tepat di sampingnya dan memeluk tubuhnya yang semakin kurus agar dia dapat merasa tenang walau sejenak. "masalah hadir dengan mudah di kehidupan kita kar'na Tuhan mengizinkan hal itu terjadi. Dia mengizinkannya,agar kita tetap mengingat Dia serta mengandalkan Dia membantu kita memecahkan masalah kita dan kita bisa naik ke level selanjutnya. Ingatlah ci,kamu punya Tuhan yang mampu menyelesaiakan setiap masalah yang kamu hadapi saat ini."

Dia melihatku seksama. Entah apa yang aku pikirkan tapi aku merasa itu jawaban terbaik yang dapat ku beri untuk dia.
"iya,kamu benar. Seharusnya dari dulu aku ingat bahwa aku punya Tuhan yang luar biasa. Terimakasih ya udah mau mendengarkan keluhanku dan mau memberikan saran" ucapnya sambil tersenyum
"sama-sama ci. kalau perlu seseorang lagi untuk mendengarkan keluhanmu,aku siap kapan saja".

Kira-kira seperti itulah cerita malam ini. Intinya adalah Tuhan mengizinkan semua masalah hadir di kehidupan kita agar kita mengingat Dia dan mengandalkan Dia didalam permasalahan yang sedang kita hadapi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepotong Luka yang Dalam

Malam readers. Gimana kabar kalian? Aku harap baik dan sehat selalu yaa hehe. Lama udah gak nulis nih. Dari kemarin ingin nulis sesuatu tapi bingung memulai darimana. Oke malam ini aku bakalan nulis sedikit pengalaman pribadi,baca sampai habis yaa guys. Kritik dan saran sangat-sangat dibutuhkan dalam setiap tulisanku. Jangan pernah bosan juga untuk membaca tulisan-tulisan ku yang jarang ini yaa :') Berawal dari tulisanku yang judul nya "Cinta lama belum kelar?" Setelah peristiwa itu,aku mengalami peristiwa yang dinamakan Putus Cinta. Yaps,you know lah gimana rasanya dan galaunya aku. Aku bahkan menyalahkan diriku sendiri dan bahkan gak bisa memaafkan. Setiap berhadapan dengan kaca dan melihat cerminan diriku dibaliknya,aku merasa marah dan bahkan jijik dengan diriku sendiri. Jangan tanya alasannya kenapa,karena yang akan aku bahas bukan itu. Beberapa bulan harus melewati fase-fase itu sampai suatu saat seorang teman menyarankan menggunakan salah satu aplikasi pencaria...

Sesal yang Tak Berarti

Selamat malam readers.. Bagaimana hari mu? Menyenangkan? Semoga jawabannya "iya". Well.. Aku ingin berbagi denganmu sedikit kisah nyata dari seseorang yang tidak ingin nama nya di publikasikan (takut jadi artis mendadak dia hahaha) dan tentu mendapat ijin share dari yang bersangkutan. Ok,kita mulai dari hari kamis lalu. Aku merasakan getaran yg begitu hebat di paha ku berkali-kali. Ingin sekali ku terima panggilan masuk tersebut,namun aku gak bisa (posisi sedang bekerja). Aku menunggu waktu yg tepat untuk melirik handphone ku yg sedari tadi tiada hentinya bergetar. Waktu tepat menunjukkan pukul 12.00. Saatnya makan siang. Aku langsung bergegas menuju pantry dan mengambil jatah makan siangku. Tak lupa juga aku segera mengambil handphone ku dengan rasa penasaran. Waw.. Ada 10 panggilan tak terjawab,5 pesan singkat dan 5 chattingan di sosmed. Itu semua dari 1 orang yang sama. Tidak biasanya dia mencariku sebegitunya. Aku langsung mendaratkan jemariku dilayar handphone dan ...

Harapan Terbodoh

Mengapa harus ada perbedaan? Apakah perbedaan itu di ciptakan agar saling melengkapi? Jika jawabannya "ya",mengapa masih banyak yang berselisih paham karena perbedaan tersebut? Mengapa banyak tetesan air mata dan bahkan darah yang mengucur akibat dari perbedaan tersebut? Lelah? Ya aku merasa lelah dengan semuanya. Ingin rasanya ku hentikan waktu sejenak,agar aku bisa bernafas lega dari kesesakan ini. Entahlah. Mungkin itu harapan terbodoh yang aku impikan.