Langsung ke konten utama

Curahan Hati "Karyawan Kontrak"

Bingung sebenarnya harus berbuat apa? Apalagi status ku yang hanya "karyawan kontrak". Benar kata orang-orang apalagi pidato saat Hari Buruh Internasional,karyawan kontrak itu hidupnya sengsara. Ya contoh kecilnya seperti nasib ku ini.

Aku bekerja di salah satu perusahaan yang induk semangnya bisa di bilang perusahaan TERNAMA. Aku udh bekerja di perusahaan itu selama kurang lebih 3,5 tahun (dan masih status karyawan kontrak). Tempat aku bekerja beroperasi 24jam jadi jadwal kerja di buat shift. Selain sebagai karyawan kontrak,aku juga memiliki status lain yaitu "mahasiswi",di tambah lagi kondisi ku yang jauh dari keluarga. Aku harus membiayai tempat tinggal,biaya kuliah dan biaya hidup. Pasti kebayang kan bagaimana tragisnya?

Awalnya aku sudah bisa mengatur jam kerja dan jam kuliah,tapi beberapa bulan terakhir aku benar-benar pusing di buatnya. Di kantor ku bukan hanya aku yang kuliah tapi ada beberapa orang. Aku dan mereka sama-sama minta request agar jadwal kuliah juga tidak bertabrakan. Ya emang,permintaan ku di acc tapi di balik itu semua,ada hal yang menyakitkan. Jadwal kerja ku di buat sakit. Aku di paksa bekerja habis-habisan. Sementara peraturan baru udah dibuat saat tanda tangan kontrak,yaitu jika tidak masuk kerja alasan sakit gaji akan di potong sebesar Rp 100.000. Itu nominal yang sangat banyak buat ku dan juga buat semua orang yang memiliki biaya tanggungan banyak. Aku udah coba berbicara sama atasan ku untuk merubah jadwal kerja ku tapi jawaban nihil yang ku dapat. Yang membuat aku heran,karyawan lain yang juga sedang kuliah tidak ada satu pun yang jadwal kerja nya di buat capek. Aku merasa terintimidasi. Padahal kalau di lihat jadwal kuliah ku tidak full. Aku kuliah hanya di hari sabtu-minggu dan dalam 1bulan hanya 2-3 minggu. Berbeda dengan karyawan lain yang setiap hari kuliah kecuali minggu. Dan 1 hal lagi, aku nasrani dan di tempat aku bekerja hanya beberapa yang beragama nasrani. Kami sudah meminta untuk dalam 1 bulan di buat 2 atau 3 minggu off pada hari minggu agar kami juga bisa beribadah. Tapi permintaan itu sangat sulit di penuhi. Entahlah. Aku gak tau harus berbuat apa. Aku hanya bisa melihat apakah bulan berikutnya akan seperti itu atau tidak. Kalau iya,mungkin aku akan mundur karena pendidikan sangat penting buat ku dan pekerjaan bisa di cari di tempat lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepotong Luka yang Dalam

Malam readers. Gimana kabar kalian? Aku harap baik dan sehat selalu yaa hehe. Lama udah gak nulis nih. Dari kemarin ingin nulis sesuatu tapi bingung memulai darimana. Oke malam ini aku bakalan nulis sedikit pengalaman pribadi,baca sampai habis yaa guys. Kritik dan saran sangat-sangat dibutuhkan dalam setiap tulisanku. Jangan pernah bosan juga untuk membaca tulisan-tulisan ku yang jarang ini yaa :') Berawal dari tulisanku yang judul nya "Cinta lama belum kelar?" Setelah peristiwa itu,aku mengalami peristiwa yang dinamakan Putus Cinta. Yaps,you know lah gimana rasanya dan galaunya aku. Aku bahkan menyalahkan diriku sendiri dan bahkan gak bisa memaafkan. Setiap berhadapan dengan kaca dan melihat cerminan diriku dibaliknya,aku merasa marah dan bahkan jijik dengan diriku sendiri. Jangan tanya alasannya kenapa,karena yang akan aku bahas bukan itu. Beberapa bulan harus melewati fase-fase itu sampai suatu saat seorang teman menyarankan menggunakan salah satu aplikasi pencaria...

Sesal yang Tak Berarti

Selamat malam readers.. Bagaimana hari mu? Menyenangkan? Semoga jawabannya "iya". Well.. Aku ingin berbagi denganmu sedikit kisah nyata dari seseorang yang tidak ingin nama nya di publikasikan (takut jadi artis mendadak dia hahaha) dan tentu mendapat ijin share dari yang bersangkutan. Ok,kita mulai dari hari kamis lalu. Aku merasakan getaran yg begitu hebat di paha ku berkali-kali. Ingin sekali ku terima panggilan masuk tersebut,namun aku gak bisa (posisi sedang bekerja). Aku menunggu waktu yg tepat untuk melirik handphone ku yg sedari tadi tiada hentinya bergetar. Waktu tepat menunjukkan pukul 12.00. Saatnya makan siang. Aku langsung bergegas menuju pantry dan mengambil jatah makan siangku. Tak lupa juga aku segera mengambil handphone ku dengan rasa penasaran. Waw.. Ada 10 panggilan tak terjawab,5 pesan singkat dan 5 chattingan di sosmed. Itu semua dari 1 orang yang sama. Tidak biasanya dia mencariku sebegitunya. Aku langsung mendaratkan jemariku dilayar handphone dan ...

Harapan Terbodoh

Mengapa harus ada perbedaan? Apakah perbedaan itu di ciptakan agar saling melengkapi? Jika jawabannya "ya",mengapa masih banyak yang berselisih paham karena perbedaan tersebut? Mengapa banyak tetesan air mata dan bahkan darah yang mengucur akibat dari perbedaan tersebut? Lelah? Ya aku merasa lelah dengan semuanya. Ingin rasanya ku hentikan waktu sejenak,agar aku bisa bernafas lega dari kesesakan ini. Entahlah. Mungkin itu harapan terbodoh yang aku impikan.