Malam readers. Gimana kabar kalian? Aku harap baik dan sehat selalu yaa hehe.
Lama udah gak nulis nih. Dari kemarin ingin nulis sesuatu tapi bingung memulai darimana. Oke malam ini aku bakalan nulis sedikit pengalaman pribadi,baca sampai habis yaa guys. Kritik dan saran sangat-sangat dibutuhkan dalam setiap tulisanku. Jangan pernah bosan juga untuk membaca tulisan-tulisan ku yang jarang ini yaa :')
Berawal dari tulisanku yang judul nya "Cinta lama belum kelar?"
Setelah peristiwa itu,aku mengalami peristiwa yang dinamakan Putus Cinta. Yaps,you know lah gimana rasanya dan galaunya aku. Aku bahkan menyalahkan diriku sendiri dan bahkan gak bisa memaafkan. Setiap berhadapan dengan kaca dan melihat cerminan diriku dibaliknya,aku merasa marah dan bahkan jijik dengan diriku sendiri. Jangan tanya alasannya kenapa,karena yang akan aku bahas bukan itu. Beberapa bulan harus melewati fase-fase itu sampai suatu saat seorang teman menyarankan menggunakan salah satu aplikasi pencarian jodoh (aplikasi lama banget) agar aku bisa bebas dari rasa bersalah tersebut dengan cara mencari teman baru (lawan jenis). Awalnya aku tidak berminat mengikuti saran temanku tersebut,namun setelah ku renungkan tidak ada salahnya dicoba. Ada beberapa yang meminta bertemu denganku namun hanya 2 orang yang mau aku temui (karena mereka seiman denganku). Lelaki pertama kurang chemistry denganku,jadi tidak ku lanjutkan,lelaki kedua mampu membuatku tersenyum kembali seperti dulu. Sebut aja dia 'Frans'.
Setelah pertemuan pertama,dia tidak ada menghubungiku sampai malam hari. Hal itu membuat aku sedikit takut,apakah dia tidak merasakan sesuatu saat bersamaku? Dan akhirnya ketakutanku sirna (akhirnya dia ngechat aku haha). Dia selalu mencariku setiap harinya. Dia selalu terbuka tentang apapun bahkan dia pamitan jika dinas keluar kota (padahal aku belum siapa" dia). Hal tersebut selalu dia lakukan selama 1 bulan penuh (kebayangkan gimana bahagianya aku dianggap spesial?). Aku mulai bisa tersenyum kembali dan merasakan jatuh cinta lagi. Ada 1 moment yang memalukan terjadi antara aku dan dia. Waktu itu dia baru pulang dari dinas luar kota dan mengajakku nonton. Seperti biasa,setelah nonton gak langsung pulang tp nongkrong dulu. Emang salahku. Sebelum kami nonton,seorang mantan yang udah ku anggap sahabat menghampiriku dan bodohnya aku pamitan ke dia kalau aku mau kencan dengan 'Frans'. Sang mantan bertanya "jam berapa pulang?" Aku menjawab "mungkin hampir jam 12 karena filmnya mulai jam 21.15 dan biasanya nongkrong dulu sebelum pulang". Eh si mantan marah dan mengancam akan ngedatangin aku dan ngelaporin ke tanteku kalau aku pulang tengah malam bersama cowok (tante dan om ku udah kenal sm dia). Sebelumnya aku pernah nunjukkin tempat biasa Frans ngajak aku nongkrong. Dan benar,saat aku belum pulang si mantan ngedatangin aku ke tempat tongkrongan. Malu,marah dan kesal semua bercampur aduk menjadi satu. Setelah peristiwa itu 'frans' mulai menjaga jarak sampai akhirnya menghilang. Aku stres dan galau berat. Dia benar-benar menghilang tanpa jejak selama 1 bulan. Sampai akhirnya dia muncul lagi dengan lihat igstory dan wastory ku. Dia sempat menanyakan kabarku tapi setelah itu hilang lagi. Aku dan dia tidak sedekat dulu. Sampai suatu saat dia video call aku dan bilang "aku mau memperbaiki hubungan pertemanan kita yang salah. Km mau gak?" Jujur aku kaget dan bahagia tapi aku juga trauma. Trauma kalau dia akan menghilang lagi dan membuatku stres lagi. Aku tidak langsung menjawab pertanyaan dia karena emang aku perlu memantapkan hati. Beberapa hari kemudian aku menjawabnya dengan yakin kalau aku mau. Dia mulai mendekatiku lagi sampai akhirnya dia mengajukan pertanyaan "Lol,tungguin aku 2 tahun lagi yaa". Aku syok mendengarnya dan bertanya kembali "maksudnya?" "iyaa aku mau nikah dalam waktu 2 tahun ke depan dan bersama mu". Aku terdiam dan menatap matanya dengan sungguh-sungguh (ini cowok beneran kagak yaa?). Kembali lagi aku gak langsung menjawab sampai aku benar-benar yakin kalau dia serius. Dan setelah aku yakin,aku meng'iya'kan pertanyaan dia. Yups,kami menjalani suatu hubungan yang bisa dibilang serius. Aku merasa bahagia ternyata cintaku kemarin tidak benar-benar bertepuk sebelah tangan. Dia mengakui ku sebagai calon istrinya dihadapan teman-teman dan keluarganya,meskipun itu pernyataan dia,tapi aku mempercayainya. Aku mempercayainya selama 2 bulan sampai akhirnya sebuah peristiwa kecil terjadi.
Jadi,akhir tahun kemarin aku liburan ke kota Jogja bersama keluargaku. Dia mengantar ku ke bandara. Dan sepulang dari liburan,aku membawa oleh-oleh untuk dia (beberapa baju dan makanan). Sepulang dari liburan,fisik ku drop. Batuk gak sembuh dan flu. Bulan lalu aku terkena penyakit yang bisa dibilang gak terlalu remeh (infeksi kandung kemih),dia tau penyakitku itu. Sampai suatu hari aku mengajak dia kencan karena aku merindukannya (nonton dan makan eskrim di salah satu resto cepat saji). Saat di resto tersebut,dia bertemu dengan seorang wanita dan bersikap salting. Beberapa kali aku bertanya "siapa?" tapi dia selalu menjawab "bukan siapa-siapa",tapi dia selalu menunjukkan ekspresi salting. Aku diam. Dia mengantarku pulang dan 1/2 jam setelah aku dirumah,aku menanyakan posisi dia dan dia membalasanya 1/2jam kemudian. Pikiranku makin penuh tanda tanya (apa dia kembali ke resto itu dan menghampiri wanita itu?). Aku mendiamkannya pada esok harinya dan dia jg mendiamkan ku. Sampai akhirnya kekesalanku memuncak,aku menginterogasinya tentang wanita itu dan akhirnya dia mengaku kalau dia pernah ngedekatin wanita itu sebelum mengenal ku (WTF!! Kenapa lu pake bohong sih?). Aku semakin marah karena dari awal dia tidak mengakuinya. Aku mendiamkannya lagi sampai akhirnya aku menghubungi dia duluan. And you know? Dia memutusin aku dengan alasan GAK COCOK!!!!
Jujur aku kesal bukan main dan merasa ditusuk. Salah aku apa? Aku salah gitu cemburu? Aku salah gitu diam? Kan lu yang gak jujur dari awal,kok malah gw yang diputusin sih? Situ waras gak sih? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di otakku. Aku menerima keputusan dia walau aku kesal dan sedih. Beberapa kali aku sempat membuat postingan-postingan di sosmed tentang dia dan bahkan nge'tag'dia di kalimat motivasi di ig. And you know apa yang dia lakuin lagi ke aku? Dia mengganti nama ig nya dan memblokir aku dari SEMUA sosmed dia. WTF!!!! Yang mutusin siapa,yg ngeblokir siapa. Kebencian aku semakin membesar terhadap dia. Jujur aku merasa menyesal kenapa dulu menerima dia lagi padahal udah pernah disakitin (ngilang tanpa sebab) tapi apa yang mau diperbuat? Mungkin Tuhan mematahkan hatiku kembali dari orang yang salah. Sekarang aku mulai belajar memaafkan dia dan mengikhlaskan segalanya walau itu susah.
Untuk kamu yang mungkin membaca tulisan ini,aku masih dalam tahap pemulihan hati,doakan aku bisa benar-benar memaafkanmu dan aku selalu mendoakanmu dimanapun kamu berada. Aku gak tau apa motif kamu ngelakuin hal ini kepadaku tapi pesanku kepadamu,jangan sia-siakan ketulusan seseorang karena sangat sulit mencari yang benar-benar tulus :')
Lama udah gak nulis nih. Dari kemarin ingin nulis sesuatu tapi bingung memulai darimana. Oke malam ini aku bakalan nulis sedikit pengalaman pribadi,baca sampai habis yaa guys. Kritik dan saran sangat-sangat dibutuhkan dalam setiap tulisanku. Jangan pernah bosan juga untuk membaca tulisan-tulisan ku yang jarang ini yaa :')
Berawal dari tulisanku yang judul nya "Cinta lama belum kelar?"
Setelah peristiwa itu,aku mengalami peristiwa yang dinamakan Putus Cinta. Yaps,you know lah gimana rasanya dan galaunya aku. Aku bahkan menyalahkan diriku sendiri dan bahkan gak bisa memaafkan. Setiap berhadapan dengan kaca dan melihat cerminan diriku dibaliknya,aku merasa marah dan bahkan jijik dengan diriku sendiri. Jangan tanya alasannya kenapa,karena yang akan aku bahas bukan itu. Beberapa bulan harus melewati fase-fase itu sampai suatu saat seorang teman menyarankan menggunakan salah satu aplikasi pencarian jodoh (aplikasi lama banget) agar aku bisa bebas dari rasa bersalah tersebut dengan cara mencari teman baru (lawan jenis). Awalnya aku tidak berminat mengikuti saran temanku tersebut,namun setelah ku renungkan tidak ada salahnya dicoba. Ada beberapa yang meminta bertemu denganku namun hanya 2 orang yang mau aku temui (karena mereka seiman denganku). Lelaki pertama kurang chemistry denganku,jadi tidak ku lanjutkan,lelaki kedua mampu membuatku tersenyum kembali seperti dulu. Sebut aja dia 'Frans'.
Setelah pertemuan pertama,dia tidak ada menghubungiku sampai malam hari. Hal itu membuat aku sedikit takut,apakah dia tidak merasakan sesuatu saat bersamaku? Dan akhirnya ketakutanku sirna (akhirnya dia ngechat aku haha). Dia selalu mencariku setiap harinya. Dia selalu terbuka tentang apapun bahkan dia pamitan jika dinas keluar kota (padahal aku belum siapa" dia). Hal tersebut selalu dia lakukan selama 1 bulan penuh (kebayangkan gimana bahagianya aku dianggap spesial?). Aku mulai bisa tersenyum kembali dan merasakan jatuh cinta lagi. Ada 1 moment yang memalukan terjadi antara aku dan dia. Waktu itu dia baru pulang dari dinas luar kota dan mengajakku nonton. Seperti biasa,setelah nonton gak langsung pulang tp nongkrong dulu. Emang salahku. Sebelum kami nonton,seorang mantan yang udah ku anggap sahabat menghampiriku dan bodohnya aku pamitan ke dia kalau aku mau kencan dengan 'Frans'. Sang mantan bertanya "jam berapa pulang?" Aku menjawab "mungkin hampir jam 12 karena filmnya mulai jam 21.15 dan biasanya nongkrong dulu sebelum pulang". Eh si mantan marah dan mengancam akan ngedatangin aku dan ngelaporin ke tanteku kalau aku pulang tengah malam bersama cowok (tante dan om ku udah kenal sm dia). Sebelumnya aku pernah nunjukkin tempat biasa Frans ngajak aku nongkrong. Dan benar,saat aku belum pulang si mantan ngedatangin aku ke tempat tongkrongan. Malu,marah dan kesal semua bercampur aduk menjadi satu. Setelah peristiwa itu 'frans' mulai menjaga jarak sampai akhirnya menghilang. Aku stres dan galau berat. Dia benar-benar menghilang tanpa jejak selama 1 bulan. Sampai akhirnya dia muncul lagi dengan lihat igstory dan wastory ku. Dia sempat menanyakan kabarku tapi setelah itu hilang lagi. Aku dan dia tidak sedekat dulu. Sampai suatu saat dia video call aku dan bilang "aku mau memperbaiki hubungan pertemanan kita yang salah. Km mau gak?" Jujur aku kaget dan bahagia tapi aku juga trauma. Trauma kalau dia akan menghilang lagi dan membuatku stres lagi. Aku tidak langsung menjawab pertanyaan dia karena emang aku perlu memantapkan hati. Beberapa hari kemudian aku menjawabnya dengan yakin kalau aku mau. Dia mulai mendekatiku lagi sampai akhirnya dia mengajukan pertanyaan "Lol,tungguin aku 2 tahun lagi yaa". Aku syok mendengarnya dan bertanya kembali "maksudnya?" "iyaa aku mau nikah dalam waktu 2 tahun ke depan dan bersama mu". Aku terdiam dan menatap matanya dengan sungguh-sungguh (ini cowok beneran kagak yaa?). Kembali lagi aku gak langsung menjawab sampai aku benar-benar yakin kalau dia serius. Dan setelah aku yakin,aku meng'iya'kan pertanyaan dia. Yups,kami menjalani suatu hubungan yang bisa dibilang serius. Aku merasa bahagia ternyata cintaku kemarin tidak benar-benar bertepuk sebelah tangan. Dia mengakui ku sebagai calon istrinya dihadapan teman-teman dan keluarganya,meskipun itu pernyataan dia,tapi aku mempercayainya. Aku mempercayainya selama 2 bulan sampai akhirnya sebuah peristiwa kecil terjadi.
Jadi,akhir tahun kemarin aku liburan ke kota Jogja bersama keluargaku. Dia mengantar ku ke bandara. Dan sepulang dari liburan,aku membawa oleh-oleh untuk dia (beberapa baju dan makanan). Sepulang dari liburan,fisik ku drop. Batuk gak sembuh dan flu. Bulan lalu aku terkena penyakit yang bisa dibilang gak terlalu remeh (infeksi kandung kemih),dia tau penyakitku itu. Sampai suatu hari aku mengajak dia kencan karena aku merindukannya (nonton dan makan eskrim di salah satu resto cepat saji). Saat di resto tersebut,dia bertemu dengan seorang wanita dan bersikap salting. Beberapa kali aku bertanya "siapa?" tapi dia selalu menjawab "bukan siapa-siapa",tapi dia selalu menunjukkan ekspresi salting. Aku diam. Dia mengantarku pulang dan 1/2 jam setelah aku dirumah,aku menanyakan posisi dia dan dia membalasanya 1/2jam kemudian. Pikiranku makin penuh tanda tanya (apa dia kembali ke resto itu dan menghampiri wanita itu?). Aku mendiamkannya pada esok harinya dan dia jg mendiamkan ku. Sampai akhirnya kekesalanku memuncak,aku menginterogasinya tentang wanita itu dan akhirnya dia mengaku kalau dia pernah ngedekatin wanita itu sebelum mengenal ku (WTF!! Kenapa lu pake bohong sih?). Aku semakin marah karena dari awal dia tidak mengakuinya. Aku mendiamkannya lagi sampai akhirnya aku menghubungi dia duluan. And you know? Dia memutusin aku dengan alasan GAK COCOK!!!!
Jujur aku kesal bukan main dan merasa ditusuk. Salah aku apa? Aku salah gitu cemburu? Aku salah gitu diam? Kan lu yang gak jujur dari awal,kok malah gw yang diputusin sih? Situ waras gak sih? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di otakku. Aku menerima keputusan dia walau aku kesal dan sedih. Beberapa kali aku sempat membuat postingan-postingan di sosmed tentang dia dan bahkan nge'tag'dia di kalimat motivasi di ig. And you know apa yang dia lakuin lagi ke aku? Dia mengganti nama ig nya dan memblokir aku dari SEMUA sosmed dia. WTF!!!! Yang mutusin siapa,yg ngeblokir siapa. Kebencian aku semakin membesar terhadap dia. Jujur aku merasa menyesal kenapa dulu menerima dia lagi padahal udah pernah disakitin (ngilang tanpa sebab) tapi apa yang mau diperbuat? Mungkin Tuhan mematahkan hatiku kembali dari orang yang salah. Sekarang aku mulai belajar memaafkan dia dan mengikhlaskan segalanya walau itu susah.
Untuk kamu yang mungkin membaca tulisan ini,aku masih dalam tahap pemulihan hati,doakan aku bisa benar-benar memaafkanmu dan aku selalu mendoakanmu dimanapun kamu berada. Aku gak tau apa motif kamu ngelakuin hal ini kepadaku tapi pesanku kepadamu,jangan sia-siakan ketulusan seseorang karena sangat sulit mencari yang benar-benar tulus :')

Komentar
Posting Komentar