Saat itu matahari tidak ingin bersahabat dengan siapa pun. Dia terlalu memancarkan sinar nya sehingga membuat semua orang harus mengeluarkan cairan yang banyak dari tubuh nya. Aku salah satu korban ketidakadilannya. Aku berteduh sebentar di bawah pohon beringin yang sangat rindang. Awalnya aku bermaksud ingin beristirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ku. Angin berhembus dengan sepoi-sepoi di wajahku sehingga membuat ku ingin terlelap.
Dari kejauhan aku melihat sesosok pria yang aku kenal. Aku berdiri dan ingin melihat dengan jelas apakah aku tidak salah melihat nya. Saat aku berusaha memastikan penglihatan ku,saat itu juga dia menatap ku.
Dag Dig Dug
Jantung ku berdetak dengan cepat. Pria itu melangkahkan kaki nya ke arah ku. Semakin cepat dia melangkah,semakin banyak cairan membasahi tubuh ku. Rasa gugup dan takut seakan berkuasa atas diri ku.
"Ebi" sahut sosok pria tersebut saat tiba tepat di hadapan ku
"i..ya" jawab ku masih dengan rasa gugup
Dia tersenyum kepada ku "akhirnya kita bertemu kembali. Aku mencari mu dengan susah payah."
Aku terdiam. "ternyata dia juga sedang mencari keberadaan ku" kata ku dalam hati. Ingin aku berteriak kemenangan atas hasil usaha ku selama ini.
"Ebi,kamu baik-baik saja kan?" ucap nya sembari menyadarkan ku dari lamunan ku.
"Oh,iya. Aku baik-baik saja."
Dia menarik lengan ku dan memeluk tubuh ku "aku merindukan mu. sungguh merindukan mu."
Air mata jatuh membasahi wajah ku. "Aku juga merindukan mu Rio" kata ku dalam hati kembali
Dia mengajak ku untuk duduk kembali di bawah pohon beringin yang rindang tersebut. Kami sangat menikmati angin yang bertiup dengan lembut tersebut. Suasana begitu romantis untuk ku meski saat itu matahari tidak ingin bersahabat dengan siapa pun. Dia merangkulkan tangannya di pundak ku dan mendorong badan ku bersandar di pundak nya.
"Maafkan aku waktu itu tiba-tiba menghilang dari kehidupan mu. Aku tidak bermaksud ingin menyakiti hati mu. Hanya saja situasi nya saat itu membuat aku harus pergi."
Aku ingin marah. Sungguh ingin marah. Tapi rasa marah ku terkalahkan oleh rasa bahagiaku saat bisa bertemu dengan nya kembali. Aku melepaskan rangkulan nya dan menatap wajah nya yang menawan dengan dalam.
"Terimakasih sudah mau mencari keberadaan ku. Jujur,aku sangat bahagia bisa bertemu dengan mu kembali" ucap ku dengan mata berkaca.
Saat aku berusaha menahan air mata menetes di wajah ku,ciuman hangat mendarat di bibir ku. Aku menatap wajah nya yang menawan dengan dalam. Semakin hangat dia mencium ku,semakin aku terbuai di dalamnya.
Aku merasa tubuh ku di guncang. Semakin hebat. Ingin ku membuka mata tapi aku masih terhanyut dalam ciuman hangat nya.
"Ebi"
Aku mendengar suara nya memanggil nama ku.
Tunggu. Dia memanggilku? Apakah dia sudah melepaskan ciuman hangat itu?
Aku berusaha membuka mataku.
"Bangunlah nak. Hari sudah mulai sore." Ucap seorang ibu tua tepat di hadapanku.
Aku kaget melihat nya. Kemana dia? Bukankah tadi dia di hadapanku dan mencium ku? Kenapa seorang ibu tua yang ada di hadapanku?
"Nak. Bangunlah. Hari sudah mulai sore. Pulanglah ke rumah mu" ucap ibu tua itu kembali
"Apakah..aku tadi tertidur di sini bu?" tanya ku ragu
"Ya. Kau sudah tertidur dari beberapa jam yang lalu. Pulanglah."
Aku terdiam sesaat. Ini semua ternyata mimpi. Sesuatu hal yang mustahil jika aku bisa bertemu kembali dengan nya.
Dari kejauhan aku melihat sesosok pria yang aku kenal. Aku berdiri dan ingin melihat dengan jelas apakah aku tidak salah melihat nya. Saat aku berusaha memastikan penglihatan ku,saat itu juga dia menatap ku.
Dag Dig Dug
Jantung ku berdetak dengan cepat. Pria itu melangkahkan kaki nya ke arah ku. Semakin cepat dia melangkah,semakin banyak cairan membasahi tubuh ku. Rasa gugup dan takut seakan berkuasa atas diri ku.
"Ebi" sahut sosok pria tersebut saat tiba tepat di hadapan ku
"i..ya" jawab ku masih dengan rasa gugup
Dia tersenyum kepada ku "akhirnya kita bertemu kembali. Aku mencari mu dengan susah payah."
Aku terdiam. "ternyata dia juga sedang mencari keberadaan ku" kata ku dalam hati. Ingin aku berteriak kemenangan atas hasil usaha ku selama ini.
"Ebi,kamu baik-baik saja kan?" ucap nya sembari menyadarkan ku dari lamunan ku.
"Oh,iya. Aku baik-baik saja."
Dia menarik lengan ku dan memeluk tubuh ku "aku merindukan mu. sungguh merindukan mu."
Air mata jatuh membasahi wajah ku. "Aku juga merindukan mu Rio" kata ku dalam hati kembali
Dia mengajak ku untuk duduk kembali di bawah pohon beringin yang rindang tersebut. Kami sangat menikmati angin yang bertiup dengan lembut tersebut. Suasana begitu romantis untuk ku meski saat itu matahari tidak ingin bersahabat dengan siapa pun. Dia merangkulkan tangannya di pundak ku dan mendorong badan ku bersandar di pundak nya.
"Maafkan aku waktu itu tiba-tiba menghilang dari kehidupan mu. Aku tidak bermaksud ingin menyakiti hati mu. Hanya saja situasi nya saat itu membuat aku harus pergi."
Aku ingin marah. Sungguh ingin marah. Tapi rasa marah ku terkalahkan oleh rasa bahagiaku saat bisa bertemu dengan nya kembali. Aku melepaskan rangkulan nya dan menatap wajah nya yang menawan dengan dalam.
"Terimakasih sudah mau mencari keberadaan ku. Jujur,aku sangat bahagia bisa bertemu dengan mu kembali" ucap ku dengan mata berkaca.
Saat aku berusaha menahan air mata menetes di wajah ku,ciuman hangat mendarat di bibir ku. Aku menatap wajah nya yang menawan dengan dalam. Semakin hangat dia mencium ku,semakin aku terbuai di dalamnya.
Aku merasa tubuh ku di guncang. Semakin hebat. Ingin ku membuka mata tapi aku masih terhanyut dalam ciuman hangat nya.
"Ebi"
Aku mendengar suara nya memanggil nama ku.
Tunggu. Dia memanggilku? Apakah dia sudah melepaskan ciuman hangat itu?
Aku berusaha membuka mataku.
"Bangunlah nak. Hari sudah mulai sore." Ucap seorang ibu tua tepat di hadapanku.
Aku kaget melihat nya. Kemana dia? Bukankah tadi dia di hadapanku dan mencium ku? Kenapa seorang ibu tua yang ada di hadapanku?
"Nak. Bangunlah. Hari sudah mulai sore. Pulanglah ke rumah mu" ucap ibu tua itu kembali
"Apakah..aku tadi tertidur di sini bu?" tanya ku ragu
"Ya. Kau sudah tertidur dari beberapa jam yang lalu. Pulanglah."
Aku terdiam sesaat. Ini semua ternyata mimpi. Sesuatu hal yang mustahil jika aku bisa bertemu kembali dengan nya.
Komentar
Posting Komentar