Langsung ke konten utama

Coretan "Rindu" Part 2

Saat itu matahari tidak ingin bersahabat dengan siapa pun. Dia terlalu memancarkan sinar nya sehingga membuat semua orang harus mengeluarkan cairan yang banyak dari tubuh nya. Aku salah satu korban ketidakadilannya. Aku berteduh sebentar di bawah pohon beringin yang sangat rindang. Awalnya aku bermaksud ingin beristirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ku. Angin berhembus dengan sepoi-sepoi di wajahku sehingga membuat ku ingin terlelap.

Dari kejauhan aku melihat sesosok pria yang aku kenal. Aku berdiri dan ingin melihat dengan jelas apakah aku tidak salah melihat nya. Saat aku berusaha memastikan penglihatan ku,saat itu juga dia menatap ku.

Dag Dig Dug
Jantung ku berdetak dengan cepat. Pria itu melangkahkan kaki nya ke arah ku. Semakin cepat dia melangkah,semakin banyak cairan membasahi tubuh ku. Rasa gugup dan takut seakan berkuasa atas diri ku.

"Ebi" sahut sosok pria tersebut saat tiba tepat di hadapan ku
"i..ya" jawab ku masih dengan rasa gugup
Dia tersenyum kepada ku "akhirnya kita bertemu kembali. Aku mencari mu dengan susah payah."
Aku terdiam. "ternyata dia juga sedang mencari keberadaan ku" kata ku dalam hati. Ingin aku berteriak kemenangan atas hasil usaha ku selama ini.

"Ebi,kamu baik-baik saja kan?" ucap nya sembari menyadarkan ku dari lamunan ku.
"Oh,iya. Aku baik-baik saja."
Dia menarik lengan ku dan memeluk tubuh ku "aku merindukan mu. sungguh merindukan mu."
Air mata jatuh membasahi wajah ku. "Aku juga merindukan mu Rio" kata ku dalam hati kembali

Dia mengajak ku untuk duduk kembali di bawah pohon beringin yang rindang tersebut. Kami sangat menikmati angin yang bertiup dengan lembut tersebut. Suasana begitu romantis untuk ku meski saat itu matahari tidak ingin bersahabat dengan siapa pun. Dia merangkulkan tangannya di pundak ku dan mendorong badan ku bersandar di pundak nya.
"Maafkan aku waktu itu tiba-tiba menghilang dari kehidupan mu. Aku tidak bermaksud ingin menyakiti hati mu. Hanya saja situasi nya saat itu membuat aku harus pergi."

Aku ingin marah. Sungguh ingin marah. Tapi rasa marah ku terkalahkan oleh rasa bahagiaku saat bisa bertemu dengan nya kembali. Aku melepaskan rangkulan nya dan menatap wajah nya yang menawan dengan dalam.
"Terimakasih sudah mau mencari keberadaan ku. Jujur,aku sangat bahagia bisa bertemu dengan mu kembali" ucap ku dengan mata berkaca.

Saat aku berusaha menahan air mata menetes di wajah ku,ciuman hangat mendarat di bibir ku. Aku menatap wajah nya yang menawan dengan dalam. Semakin hangat dia mencium ku,semakin aku terbuai di dalamnya.

Aku merasa tubuh ku di guncang. Semakin hebat. Ingin ku membuka mata tapi aku masih terhanyut dalam ciuman hangat nya.

"Ebi"
Aku mendengar suara nya memanggil nama ku.
Tunggu. Dia memanggilku? Apakah dia sudah melepaskan ciuman hangat itu?
Aku berusaha membuka mataku.

"Bangunlah nak. Hari sudah mulai sore." Ucap seorang ibu tua tepat di hadapanku.
Aku kaget melihat nya. Kemana dia? Bukankah tadi dia di hadapanku dan mencium ku? Kenapa seorang ibu tua yang ada di hadapanku?

"Nak. Bangunlah. Hari sudah mulai sore. Pulanglah ke rumah mu" ucap ibu tua itu kembali
"Apakah..aku tadi tertidur di sini bu?" tanya ku ragu
"Ya. Kau sudah tertidur dari beberapa jam yang lalu. Pulanglah."

Aku terdiam sesaat. Ini semua ternyata mimpi. Sesuatu hal yang mustahil jika aku bisa bertemu kembali dengan nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepotong Luka yang Dalam

Malam readers. Gimana kabar kalian? Aku harap baik dan sehat selalu yaa hehe. Lama udah gak nulis nih. Dari kemarin ingin nulis sesuatu tapi bingung memulai darimana. Oke malam ini aku bakalan nulis sedikit pengalaman pribadi,baca sampai habis yaa guys. Kritik dan saran sangat-sangat dibutuhkan dalam setiap tulisanku. Jangan pernah bosan juga untuk membaca tulisan-tulisan ku yang jarang ini yaa :') Berawal dari tulisanku yang judul nya "Cinta lama belum kelar?" Setelah peristiwa itu,aku mengalami peristiwa yang dinamakan Putus Cinta. Yaps,you know lah gimana rasanya dan galaunya aku. Aku bahkan menyalahkan diriku sendiri dan bahkan gak bisa memaafkan. Setiap berhadapan dengan kaca dan melihat cerminan diriku dibaliknya,aku merasa marah dan bahkan jijik dengan diriku sendiri. Jangan tanya alasannya kenapa,karena yang akan aku bahas bukan itu. Beberapa bulan harus melewati fase-fase itu sampai suatu saat seorang teman menyarankan menggunakan salah satu aplikasi pencaria...

Sesal yang Tak Berarti

Selamat malam readers.. Bagaimana hari mu? Menyenangkan? Semoga jawabannya "iya". Well.. Aku ingin berbagi denganmu sedikit kisah nyata dari seseorang yang tidak ingin nama nya di publikasikan (takut jadi artis mendadak dia hahaha) dan tentu mendapat ijin share dari yang bersangkutan. Ok,kita mulai dari hari kamis lalu. Aku merasakan getaran yg begitu hebat di paha ku berkali-kali. Ingin sekali ku terima panggilan masuk tersebut,namun aku gak bisa (posisi sedang bekerja). Aku menunggu waktu yg tepat untuk melirik handphone ku yg sedari tadi tiada hentinya bergetar. Waktu tepat menunjukkan pukul 12.00. Saatnya makan siang. Aku langsung bergegas menuju pantry dan mengambil jatah makan siangku. Tak lupa juga aku segera mengambil handphone ku dengan rasa penasaran. Waw.. Ada 10 panggilan tak terjawab,5 pesan singkat dan 5 chattingan di sosmed. Itu semua dari 1 orang yang sama. Tidak biasanya dia mencariku sebegitunya. Aku langsung mendaratkan jemariku dilayar handphone dan ...

Harapan Terbodoh

Mengapa harus ada perbedaan? Apakah perbedaan itu di ciptakan agar saling melengkapi? Jika jawabannya "ya",mengapa masih banyak yang berselisih paham karena perbedaan tersebut? Mengapa banyak tetesan air mata dan bahkan darah yang mengucur akibat dari perbedaan tersebut? Lelah? Ya aku merasa lelah dengan semuanya. Ingin rasanya ku hentikan waktu sejenak,agar aku bisa bernafas lega dari kesesakan ini. Entahlah. Mungkin itu harapan terbodoh yang aku impikan.