Haii..
Selamat hari kamis dan selamat sore readers dan blogger.
Ok. Aku ingin berbagi cerita lagi nih buat kalian hehehe.
Hari ini cuaca sedang panas. Matahari mulai mengeluarkan sinar cahayanya paling terang sejak pukul 10.00. Hari ini juga aku libur dari aktifitas rutin di kantor (efek jadwal kerja shift). Awalnya aku mempunyai rencana untuk pergi ke salah satu perusahaan milik pemerintah daerah bersama seorang teman yg spesial (cie ciee),tapi rencana itu gagal kar'na sesuatu hal (well aku coba terima lapang dada). Aktifitas ku hari ini hanya diisi dengan kegiatan menonton film di laptop dan bermain sosmed hingga bosan (sampai hp ku charge berkali"). Saat sedang membuka salah satu sosmed yg kumiliki,ada 1 pesan masuk yg tak lain dari sahabatku. Aku merasa heran. Biasanya jika dia mengirim inbox kepadaku,dia selalu menyertakan subject dan kali ini Tanpa Subject. Aku mulai membuka pesan nya dan ku baca perlahan kata demi kata. Inti yg ku dapat adalah "Dia mengirimkan ku sebuah cerita lagi namun kali ini cerita dari hidupnya".
Awalnya aku tidak mau berbagi tentang cerita yang dia kirim apalagi menyangkut sahabatku,tapi tanganku terasa gatal jika tidak mempublikasikannya (bukan berarti aku comel yaa). Butuh waktu beberapa jam untuk mempertimbangkannya dan aku sudah dapat ijin dari orang yang bersangkutan.
Dia mengirimkan gambar itu kepadaku. Sedikit syok dan kaget melihatnya. Dia bercerita bahwa 2 hari yang lalu,dia mencoba menyayat tangannya sendiri (whatt?? apasih yang dia pikirkan). Aku mencoba bertanya apa yg terjadi dan apa alasan dia melakukan itu. Tapi sebelum aku bertanya,dia sudah menjawab duluan dari pesan yg di kirimnya.
"Kamu pasti akan bertanya apa yg terjadi dan kenapa? Aku akan jawab. 2 hari yg lalu aku bertengkat kembali dengan pasangan ku. Awalnya aku bilang ke pasanganku kalau aku ingin tidur kar'na capek tapi entah kenapa aku tidak bisa tidur dan merasa ketakutan kar'na masih mengingat film horor yg ku tonton di youtube siang harinya. Aku mencoba mengusir rasa takut ku dengan bermain sosmed sampai aku terlelap. Tapi ternyata,dia mengetahui aku belum tidur. Dia marah kar'na merasa aku membohonginya tapi aku sudah menjelaskan apa yang terjadi. Pertengkaran pun tak bisa kami hindari. Aku menangis terisak-isak kar'na perkataannya yg menyakiti hatiku. Aku lepas kendali dan mengambil gunting yg berada didekat ku,lalu aku mencoba menyayat tangan ku. Perih luka di tangan ku tidak seperih rasa sakit hati yg harga dirinya terinjak". Aku mencoba mengirim gambar tersebut ke dia dengan maksud dia menyesal dan berhenti merendahkan harga diri ku,tapi hasil NIHIL yg ku terima. Tidak ada permintaan maaf dan menyesal keluar dari mulutnya saat itu. Aku mencoba berpikir positif. Mungkin dengan aku bertemu dengannya,dia akan melihat langsung luka ditanganku dan meminta maaf. Hari ini aku bertemu kembali dengannya dan ku sengaja menunjukkan bekas luka ditanganku secara tidak langsung. Tapi tetap hasil negatif yg ku terima. Aku tidak tahu harus berbagi beban ke siapa makanya aku mengirim gambar luka itu kepadamu. Ingin rasanya aku berjalan mundur tapi itu tidak mungkin".
Air mataku menetes dengan sendirinya. Aku ingin berbuat sesuatu untuk sahabatku tapi aku bingung melakukan apa. Kenapa lelaki hanya menghargai dan menghormati wanitanya di awal tapi setelah bertahun-tahun bersama,rasa menghargai dan menghormati itu hilang dengan sendirinya? Buat kamu sahabatku,tidak mudah memang untuk melepaskan sesuatu yg sudah kita genggam namun kamu harus mencobanya. Jangan sakiti dirimu kar'na orang lain tetapi sayangilah dirimu kar'na jika bukan kita siapa lagi?
Selamat hari kamis dan selamat sore readers dan blogger.
Ok. Aku ingin berbagi cerita lagi nih buat kalian hehehe.
Hari ini cuaca sedang panas. Matahari mulai mengeluarkan sinar cahayanya paling terang sejak pukul 10.00. Hari ini juga aku libur dari aktifitas rutin di kantor (efek jadwal kerja shift). Awalnya aku mempunyai rencana untuk pergi ke salah satu perusahaan milik pemerintah daerah bersama seorang teman yg spesial (cie ciee),tapi rencana itu gagal kar'na sesuatu hal (well aku coba terima lapang dada). Aktifitas ku hari ini hanya diisi dengan kegiatan menonton film di laptop dan bermain sosmed hingga bosan (sampai hp ku charge berkali"). Saat sedang membuka salah satu sosmed yg kumiliki,ada 1 pesan masuk yg tak lain dari sahabatku. Aku merasa heran. Biasanya jika dia mengirim inbox kepadaku,dia selalu menyertakan subject dan kali ini Tanpa Subject. Aku mulai membuka pesan nya dan ku baca perlahan kata demi kata. Inti yg ku dapat adalah "Dia mengirimkan ku sebuah cerita lagi namun kali ini cerita dari hidupnya".
Awalnya aku tidak mau berbagi tentang cerita yang dia kirim apalagi menyangkut sahabatku,tapi tanganku terasa gatal jika tidak mempublikasikannya (bukan berarti aku comel yaa). Butuh waktu beberapa jam untuk mempertimbangkannya dan aku sudah dapat ijin dari orang yang bersangkutan.
Dia mengirimkan gambar itu kepadaku. Sedikit syok dan kaget melihatnya. Dia bercerita bahwa 2 hari yang lalu,dia mencoba menyayat tangannya sendiri (whatt?? apasih yang dia pikirkan). Aku mencoba bertanya apa yg terjadi dan apa alasan dia melakukan itu. Tapi sebelum aku bertanya,dia sudah menjawab duluan dari pesan yg di kirimnya.
"Kamu pasti akan bertanya apa yg terjadi dan kenapa? Aku akan jawab. 2 hari yg lalu aku bertengkat kembali dengan pasangan ku. Awalnya aku bilang ke pasanganku kalau aku ingin tidur kar'na capek tapi entah kenapa aku tidak bisa tidur dan merasa ketakutan kar'na masih mengingat film horor yg ku tonton di youtube siang harinya. Aku mencoba mengusir rasa takut ku dengan bermain sosmed sampai aku terlelap. Tapi ternyata,dia mengetahui aku belum tidur. Dia marah kar'na merasa aku membohonginya tapi aku sudah menjelaskan apa yang terjadi. Pertengkaran pun tak bisa kami hindari. Aku menangis terisak-isak kar'na perkataannya yg menyakiti hatiku. Aku lepas kendali dan mengambil gunting yg berada didekat ku,lalu aku mencoba menyayat tangan ku. Perih luka di tangan ku tidak seperih rasa sakit hati yg harga dirinya terinjak". Aku mencoba mengirim gambar tersebut ke dia dengan maksud dia menyesal dan berhenti merendahkan harga diri ku,tapi hasil NIHIL yg ku terima. Tidak ada permintaan maaf dan menyesal keluar dari mulutnya saat itu. Aku mencoba berpikir positif. Mungkin dengan aku bertemu dengannya,dia akan melihat langsung luka ditanganku dan meminta maaf. Hari ini aku bertemu kembali dengannya dan ku sengaja menunjukkan bekas luka ditanganku secara tidak langsung. Tapi tetap hasil negatif yg ku terima. Aku tidak tahu harus berbagi beban ke siapa makanya aku mengirim gambar luka itu kepadamu. Ingin rasanya aku berjalan mundur tapi itu tidak mungkin".
Air mataku menetes dengan sendirinya. Aku ingin berbuat sesuatu untuk sahabatku tapi aku bingung melakukan apa. Kenapa lelaki hanya menghargai dan menghormati wanitanya di awal tapi setelah bertahun-tahun bersama,rasa menghargai dan menghormati itu hilang dengan sendirinya? Buat kamu sahabatku,tidak mudah memang untuk melepaskan sesuatu yg sudah kita genggam namun kamu harus mencobanya. Jangan sakiti dirimu kar'na orang lain tetapi sayangilah dirimu kar'na jika bukan kita siapa lagi?

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus