Langsung ke konten utama

Sepenggal Cerita Mewek dari Sahabat

"Aku ingin berbagi kisah percintaan kepadamu. Siapkan tissue sebanyak2nya karena di jamin kamu bakalan mewek". Kira2 seperti itulah isi subject inbox yg dikirimkan seorang sahabat melalui salah satu media sosial yg aku miliki.

 Awalnya aku gak merasa tertarik tapi entah kenapa aku penasaran membuka isi inbox nya. Aku mulai membaca setiap kata dan kalimat yg dia tulis.

Well...
Begini ceritanya.
Ada sepasang lawan jenis menjalin hubungan asmara. Sebut saja nama nya Ani dan Andi. Di awal hubungan,mereka baik2 saja dan bersikap sangat mesra. 6 bulan,1 tahun,dst hubungan mereka terjalin dengan sangat baik. Pada suatu ketika,Ani harus pergi meninggalkan kekasih ke luar negri untuk bekerja. Ternyata sebelum mereka menjalin hubungan asmara,Ani banyak mengirimkan lamaran pekerjaan ke perusahaan2 di luar negeri. Alhasil salah satu lamaran tersebut nyangkut di perusahaan ternama setelah mereka berpacaran. Andi sangat mencintai Ani dan tidak ikhlas membiarkan Ani pergi. Perlahan Ani meyakinkan Andi bahwa dia akan setia kepada Andi dan sering pulang ke tanah air. Namun Andi tetap tidak percaya,hingga membuat keputusan yg sangat memberatkan Ani. Ya,Andi ingin mengambil keperawanan Ani. Karena di pikiran Andi adalah dengan mengambil keperawanan Ani,Ani tidak akan berpaling darinya. Ani bingung. Dia jg sangat mencintai Andi karena Andi adalah lelaki pertama yg paling bisa menerima sifat2 Ani yg terlalu kekanakan dan kepala batu. Ani juga merasa berat memberikan apa yg Andi mau. Suatu saat Andi jatuh sakit karena terlalu stress memikirkan Ani yg akan pergi meninggalkannya. Bagi Andi,Ani adalah cinta terakhirnya. Kenapa? Karena Ani mau menerima Andi apa adanya dengan kondisi ekonomi yang pas2an sedangkan Ani berasal dari keluarga ber'ada'. Ani tidak tega melihat kondisi Andi saat itu. Tubuhnya kurus kering. Ani berulang kali meminta Andi untuk makan,namun Andi menolak. Ani bingung memilih yg mana. Jika dia tidak menerima tawaran pekerjaan tersebut,maka sia2 lah impian nya selama ini. Tapi jika dia berpisah dengan Andi,maka tidak ada lagi orang yg sangat sabar menghadapi sifat2 nya. Hingga suatu saat Ani mengambil keputusan yg dia rasa tepat,yaitu memberikan apa yang Andi mau. Setelah kejadian kelam itu,Ani merasa tenang bisa pergi ke luar negeri dan mencapai impiannya. Hitungan beberapa bulan mereka berhubungan jarak jauh,sifat asli Andi mulai terlihat. Setiap ada masalah,Andi berkata kasar dan selalu mematikan telepon genggam nya berhari-hari. Ani stress dan selalu menangis. Ani mencoba menghubungi Andi melalui media sosial agar Andi mau menyalakan kembali telepon selulernya. Kejadian itu terus berlanjut. Penyesalan selalu datang terlambat. Ani ingin mengakhiri hubungan mereka,namun Ani teringat akan kejadian kelam itu. Ani hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan Andi kepadanya. Suatu saat,Ani di mutasi pindah kerja ke cabang perusahaan yg berada di tanah air. Ani sangat senang karena dia bisa dekat kembali dengan Andi. Awal kembalinya Ani ke tanah air,hubungan mereka membaik seperti awal mereka berpacaran. Namun beberapa bulan kemudian,sikap Andi kembali kasar kepada Ani. Ani tidak tahu lagi harus berbuat apa. Sewaktu LDR mereka selalu bertengkar,tapi setelah mereka dekat kembali mereka juga masih sering bertengkar. Andi selalu berkata kasar dan bahkan bermain tangan. Ani benar2 merasakan penyesalan yg sangat mendalam. Pernah suatu ketika,Ani ingin mencoba mengakhiri hidupnya namun bayangan wajah orangtua dan saudara2nya muncul sehingga mengurungkan niat tersebut. Ani ingin berbagi beban dipundaknya,namun tidak ada satu pun temannya yg bisa mengerti. Setiap Ani memancing cerita ke teman2nya,Ani semakin dipojokkan. Itulah yg membuat Ani tersiksa batin dan ingin mengakhiri hidup.

Kira2 seperti itulah cerita kisah percintaan yg dikirimkan oleh salah satu sahabatku. Aku merasa kesal,marah dan iba terhadap nasib tokoh perempuan tersebut. Mungkin jika itu terjadi kepadaku,aku jg akan mengalami hal yg sama. Tapi entahlah. Aku tidak tahu itu benar2 kisah nyata atau tidak. Jika benar,aku turut bersedih atas nasib si tokoh perempuan tersebut. Doaku untuknya adalah "semoga tokoh pria menerima karma nya".

Komentar

  1. omg.. sad story😭😱

    BalasHapus
  2. Mirip suatu kejadian dan seseorg~~

    BalasHapus
  3. Ina lopama : yaps.. persis seperti isi subject inbox nya

    Irma Eka Mandasari : oh ya?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepotong Luka yang Dalam

Malam readers. Gimana kabar kalian? Aku harap baik dan sehat selalu yaa hehe. Lama udah gak nulis nih. Dari kemarin ingin nulis sesuatu tapi bingung memulai darimana. Oke malam ini aku bakalan nulis sedikit pengalaman pribadi,baca sampai habis yaa guys. Kritik dan saran sangat-sangat dibutuhkan dalam setiap tulisanku. Jangan pernah bosan juga untuk membaca tulisan-tulisan ku yang jarang ini yaa :') Berawal dari tulisanku yang judul nya "Cinta lama belum kelar?" Setelah peristiwa itu,aku mengalami peristiwa yang dinamakan Putus Cinta. Yaps,you know lah gimana rasanya dan galaunya aku. Aku bahkan menyalahkan diriku sendiri dan bahkan gak bisa memaafkan. Setiap berhadapan dengan kaca dan melihat cerminan diriku dibaliknya,aku merasa marah dan bahkan jijik dengan diriku sendiri. Jangan tanya alasannya kenapa,karena yang akan aku bahas bukan itu. Beberapa bulan harus melewati fase-fase itu sampai suatu saat seorang teman menyarankan menggunakan salah satu aplikasi pencaria...

Sesal yang Tak Berarti

Selamat malam readers.. Bagaimana hari mu? Menyenangkan? Semoga jawabannya "iya". Well.. Aku ingin berbagi denganmu sedikit kisah nyata dari seseorang yang tidak ingin nama nya di publikasikan (takut jadi artis mendadak dia hahaha) dan tentu mendapat ijin share dari yang bersangkutan. Ok,kita mulai dari hari kamis lalu. Aku merasakan getaran yg begitu hebat di paha ku berkali-kali. Ingin sekali ku terima panggilan masuk tersebut,namun aku gak bisa (posisi sedang bekerja). Aku menunggu waktu yg tepat untuk melirik handphone ku yg sedari tadi tiada hentinya bergetar. Waktu tepat menunjukkan pukul 12.00. Saatnya makan siang. Aku langsung bergegas menuju pantry dan mengambil jatah makan siangku. Tak lupa juga aku segera mengambil handphone ku dengan rasa penasaran. Waw.. Ada 10 panggilan tak terjawab,5 pesan singkat dan 5 chattingan di sosmed. Itu semua dari 1 orang yang sama. Tidak biasanya dia mencariku sebegitunya. Aku langsung mendaratkan jemariku dilayar handphone dan ...

Harapan Terbodoh

Mengapa harus ada perbedaan? Apakah perbedaan itu di ciptakan agar saling melengkapi? Jika jawabannya "ya",mengapa masih banyak yang berselisih paham karena perbedaan tersebut? Mengapa banyak tetesan air mata dan bahkan darah yang mengucur akibat dari perbedaan tersebut? Lelah? Ya aku merasa lelah dengan semuanya. Ingin rasanya ku hentikan waktu sejenak,agar aku bisa bernafas lega dari kesesakan ini. Entahlah. Mungkin itu harapan terbodoh yang aku impikan.