Langsung ke konten utama

Coretan "Rindu"

Sendiri ku resapi angin yang behembus malam ini,hingga menusuk tulang rusukku. Malam ini cuaca berpihak kepadaku. Banyak bintang berhamburan di langit. Namun ada 1 bintang yang mengalihkan pandanganku. Bintang itu sangat kuat mengeluarkan sinarnya. Aku tidak mengerti mengapa hanya 1 bintang yang begitu indah pada malam ini,padahal ada beribu bintang yang hadir. Lama sekali aku memandangi bintang tersebut,hingga aku terlelap kar'na nya.
5 menit ...
10 menit ...
20 menit ...
Aku semakin terlelap dalam tidurku.

Ada bayangan sesosok pria!! Ya aku melihatnya dan aku yakin itu! Aku ingin menggapai bayangan itu. Berusaha sekuat mungkin menggapainya agar aku dapat mengalahkan rasa penasaranku. Namun aku gagal! Bayangan tersebut tidak ingin aku hampiri. Semakin ku dekati,semakin bayangan itu menjauh.

Aku berhenti. Berhenti dimana aku merasa lelah mengejarnya.
Aku ingin bangun. Bangun dari tidur ini.

"Apa kabar?" tanya seseorang yang tiba-tiba berdiri di belakangku.

Secepat mungkin aku membalikkan tubuhku.
Kaget? Tidak. Aku terharu.
Aku langsung memeluknya dan tanpa di sengaja air mataku menetes dengan sangat cepat. Aku tidak ingin melepaskan pelukan ini. Aku rindu dia. Sangat merindukannya.

"Aku merindukanmu" kata ku terisak-isak

Pelukan itu mengendur. Sebuah ciuman hangat mendarat di keningku, "Lupakan aku. Jalanmu masih panjang".

Dia pergi. Pergi menjauh dariku. Ingin aku mengejarnya,namun kaki ku terasa kaku. Tidak bisa di gerakkan.

"Apakah kamu merindukanku juga?" tanyaku berteriak.

Tidak ada jawaban sebuah kata yang ku dapat. Hanya senyuman. Senyuman indah yang keluar dari wajah manisnya.

Komentar

  1. Aku juga rindu.. plakk plakk plakk* tapi knp harus berakhir begini? kamu menggantungkan ceritanya begitu saja..
    ah, hum.. ya sudahlaah

    BalasHapus
  2. Hahaha penasaran yaa? Tunggu kisah selanjutnya yaa dear 💋

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepotong Luka yang Dalam

Malam readers. Gimana kabar kalian? Aku harap baik dan sehat selalu yaa hehe. Lama udah gak nulis nih. Dari kemarin ingin nulis sesuatu tapi bingung memulai darimana. Oke malam ini aku bakalan nulis sedikit pengalaman pribadi,baca sampai habis yaa guys. Kritik dan saran sangat-sangat dibutuhkan dalam setiap tulisanku. Jangan pernah bosan juga untuk membaca tulisan-tulisan ku yang jarang ini yaa :') Berawal dari tulisanku yang judul nya "Cinta lama belum kelar?" Setelah peristiwa itu,aku mengalami peristiwa yang dinamakan Putus Cinta. Yaps,you know lah gimana rasanya dan galaunya aku. Aku bahkan menyalahkan diriku sendiri dan bahkan gak bisa memaafkan. Setiap berhadapan dengan kaca dan melihat cerminan diriku dibaliknya,aku merasa marah dan bahkan jijik dengan diriku sendiri. Jangan tanya alasannya kenapa,karena yang akan aku bahas bukan itu. Beberapa bulan harus melewati fase-fase itu sampai suatu saat seorang teman menyarankan menggunakan salah satu aplikasi pencaria...

Sesal yang Tak Berarti

Selamat malam readers.. Bagaimana hari mu? Menyenangkan? Semoga jawabannya "iya". Well.. Aku ingin berbagi denganmu sedikit kisah nyata dari seseorang yang tidak ingin nama nya di publikasikan (takut jadi artis mendadak dia hahaha) dan tentu mendapat ijin share dari yang bersangkutan. Ok,kita mulai dari hari kamis lalu. Aku merasakan getaran yg begitu hebat di paha ku berkali-kali. Ingin sekali ku terima panggilan masuk tersebut,namun aku gak bisa (posisi sedang bekerja). Aku menunggu waktu yg tepat untuk melirik handphone ku yg sedari tadi tiada hentinya bergetar. Waktu tepat menunjukkan pukul 12.00. Saatnya makan siang. Aku langsung bergegas menuju pantry dan mengambil jatah makan siangku. Tak lupa juga aku segera mengambil handphone ku dengan rasa penasaran. Waw.. Ada 10 panggilan tak terjawab,5 pesan singkat dan 5 chattingan di sosmed. Itu semua dari 1 orang yang sama. Tidak biasanya dia mencariku sebegitunya. Aku langsung mendaratkan jemariku dilayar handphone dan ...

Harapan Terbodoh

Mengapa harus ada perbedaan? Apakah perbedaan itu di ciptakan agar saling melengkapi? Jika jawabannya "ya",mengapa masih banyak yang berselisih paham karena perbedaan tersebut? Mengapa banyak tetesan air mata dan bahkan darah yang mengucur akibat dari perbedaan tersebut? Lelah? Ya aku merasa lelah dengan semuanya. Ingin rasanya ku hentikan waktu sejenak,agar aku bisa bernafas lega dari kesesakan ini. Entahlah. Mungkin itu harapan terbodoh yang aku impikan.