Langsung ke konten utama

Coretan Hati Seorang Sahabat Jauh

Malam readers dan blogger.
Malam ini aku ingin berbagi cerita kembali ke kalian semua. Maaf jika cerita ku beberapa lalu kurang menarik hehehe.
Sedikit sedih sih sebenarnya kalau yang membaca sedikit dan aku berharap di coretan ku kali ini banyak yg membaca dan menyukainya hehehe.

Well,
Beberapa hari lalu,seorang sahabat lama dan jauh mencoba beberapa kali menghubungi ku. Mulai dari telpon,pesan singkat pribadi dan sosmed. Aku tidak bisa menanggapinya karena ada banyak hal yang harus aku lakukan. Tapi tadi siang,aku mencoba menghubungi dia kembali dan meminta maaf karena tidak bisa menanggapi panggilan dari dia.
"halo ra,maaf ya kemarin telpon dan pesan mu tidak ku tanggapi. Aku sedikit sibuk beberapa hari ini" ucapku begitu telpon ku di angkat oleh dirinya
"iya gak apa"
"btw,ada apa ya ra? something problem?"
Dia tidak menghiraukan pertanyaanku.
"ra,kamu bisa dengar aku? halo"
"iya aku dengar" jawabnya singkat
"kamu kenapa ra? marah sama aku karena gak nanggepin telpon dan pesan kamu?"
"kan aku udah bilang gak apa. udah deh"
Sedikit syok mendengar jawabannya. Iya aku paham, wajar saja dia marah karena dia udah berkali2 mencoba hubungin aku tapi aku gak menanggapinya. Kalau aku jadi dia,aku pasti jg akan marah.
"yaudah ra kalo kamu lagi sibuk,ntar aja aku telponnya. jangan lupa makan siang ya ra" ucapku mengakhiri obrolan singkat dengannya.

30 menit kemudian,dia balik menghubungi aku. Jujur aku sangat senang dia langsung menghubungi aku,karena itu berarti dia tidak marah lagi sama aku hehehe

"kamu dimana?" tanyanya begitu aku menjawab telpon dia
"aku di kos ra. kamu gak sibuk lagi?"
"gak. aku boleh cerita sedikit gak sama kamu?"
"cerita banyak juga boleh kok ra" jawab ku sambil menggodanya (biar dia tersenyum disana)
Bukan cerita yang ku dapat tapi diam membisu yang ku dapat.
"halo ra. kok diem? katanya mau cerita. ayo cerita. aku siap kok jadi pendengar mu"

Kali ini bukan diam membisu yang ku dapat tapi suara tangisan (whatt?)
"ra kok kamu nangis. ada apa? cerita dong ra jangan buat parno begini" ucapku cemas
"ortu ku ly" jawabnya masih tetap menangis
"kenapa ortu mu ra? ortu mu sehat aja kan?"
"fisik mereka sehat ly. sehat banget"
"syukurlah. terus kenapa kamu nangis?"
"mereka mau bercerai ly"
"apa?" jawab ku kaget sekaget kagetnya
"ada masalah apa rupanya ra sampe2 mereka mau bercerai? Kan kalian (ira dan saudaranya) udah dewasa2"
"entahlah ly. mereka hanya memikirkan egois mereka tanpa memikirkan kami anak2nya" jawab dia masih tetap menangis
"awal ceritanya gimana ra? coba kamu kasih tau ke aku. barangkali aku bisa bantu"
"gini ly. kamu tau kan papa aku sekarang mulai ikutan partai?"
"iya aku tau. lalu?"
"papa ku punya posisi lumayan. dia jadi sekjen di tingkat DPD. beberapa waktu lalu partainya rapat besar dan papa ku diminta untuk mencari 5 cewek bergabung ke partainya biar tahun depan partainya bisa ikut pemilu dan papa aku bisa jadi anggota dewan. Papa ku terobsesi sekali untuk itu dan mencoba mencari 5 cewek untuk bergabung. Nah,gak lama papa ku ketemu sama teman sekolahnya dulu dan papa ku di masukkin ke group salah satu sosmed biar bisa silahturahmi sama teman2nya yang lain. Disitu papa ku mencoba mengajak teman2 sekolahnya yang cewek untuk ikut bergabung ke partainya. Segala cara dilakukan papa ku. Mulai dari komunikasi via sosmed dan bahkan ketemuan. Salahnya,papa ku komunikasi via sosmed di malam hari sekitar jam 9. Mama ku curiga ly. Diam2 pas papa ku tidur,mama ku ngecek hp papa dan melihat semuanya. Kamu tau kan kalo mama ku itu cemburuan? Jadi besoknya mama ku marah2,papa udah jelasin tapi mama gak mau dengar. Sampai sekarang setiap mereka bertemu pasti selalu bertengkar. Kami semua udah mencoba untuk bicara tapi mereka gak mau dengar. Dan bahkan mama ku ingin cerai dari papa. Kami semua syok ly. Bahkan papa ku juga syok saat mama ku bilang seperti itu di hadapan kami semua. Aku udah coba memohon2 ke mama ku tapi tetap gak berubah pendiriannya. Aku ngerti gimana perasaan mama saat suaminya komunikasi dengan mesra ke wanita lain dan aku juga udah memarahi papa ku,tapi aku juga ngerti ly keinginan papa ku untuk maju. Papa ku berbuat seperti itu untuk kami juga. Terlebih untuk adik2 ku. Adik2 ku masih butuh biaya yang banyak untuk pendidikannya,jadi wajar kan kalau papa ku ingin jadi anggota dewan? Aku harus gimana ly? Aku udah coba ngomong ke mereka tapi hasil nihil yang ku dapat."

Air mata ku pun tanpa terasa menetes di pipi ku. Aku paham sekali perasaan sahabatku itu. Anak mana sih yang menginginkan orangtuanya bercerai? Tidak ada. Setiap anak pasti ingin selalu bersama orangtua nya sampai Tuhan memanggilnya.
"aku paham ra dengan perasaan mu dan juga perasaan ortu mu. Saranku,berbicaralah kepada mereka dengan baik2. Bilang kalau kalian tidak ingin mereka bercerai dan seharusnya memikirkan masa depan kalian. Apa jadinya kalian kalo mereka sampai bercerai? Beri mereka sedikit waktu untuk menenangkan hati dan pikirannya. Mungkin dengan memberi mereka sedikit waktu untuk tenang,pikiran mereka bisa fresh kembali dan mereka bisa memikirkan masa depan kalian" jawabku mencoba menenangkannya (air mata masih tetap meneter di pipiku)
"kamu benar ly. seharusnya kami memberi mereka waktu untuk menangkan diri sejanak,biar pikiran mereka fresh kembali. terimakasih ya ly udah mau dengarin dan kasih saran" ucapnya mulai bisa tersenyum
"iya ra sama2. Kita sahabat,jadi udah seharusnya aku jadi pendengar setia mu. Oh ya ra,1 lagi. Tetap berdoa ya ra. Serahkan semuanya sama Tuhan"
"pasti ly. Btw,lain kali jangan susah dihubungin ya ly. Kalo sibuk,kasih tau jadi aku bisa tau"
"hehehe iya. Maaf ra"
"selamat siang ly. Jangan lupa makan siang juga kamu"

Tut tut tut tut
Pembicaraan dengannya pun berakhir. Aku masih memikirkan cerita yang dia ceritain tadi. Kenapa mama nya sampai sebegitu inginnya bercerai? Ah entahlah. Mungkin mama nya terlalu memasukkan ke dalam hati jadi tidak bisa berpikir dengan jernih. Aku berharap keluarga sahabatku itu baik2 saja dan Tuhan mendegar doa nya.

Pesanku kali ini adalah jangan terlalu gegabah mengambil tindakan,sesakit atau sesulit itu pun buat kita. Pikirkanlah dampaknya bagi oranglain di sekitar kita,agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sesal yang Tak Berarti

Selamat malam readers.. Bagaimana hari mu? Menyenangkan? Semoga jawabannya "iya". Well.. Aku ingin berbagi denganmu sedikit kisah nyata dari seseorang yang tidak ingin nama nya di publikasikan (takut jadi artis mendadak dia hahaha) dan tentu mendapat ijin share dari yang bersangkutan. Ok,kita mulai dari hari kamis lalu. Aku merasakan getaran yg begitu hebat di paha ku berkali-kali. Ingin sekali ku terima panggilan masuk tersebut,namun aku gak bisa (posisi sedang bekerja). Aku menunggu waktu yg tepat untuk melirik handphone ku yg sedari tadi tiada hentinya bergetar. Waktu tepat menunjukkan pukul 12.00. Saatnya makan siang. Aku langsung bergegas menuju pantry dan mengambil jatah makan siangku. Tak lupa juga aku segera mengambil handphone ku dengan rasa penasaran. Waw.. Ada 10 panggilan tak terjawab,5 pesan singkat dan 5 chattingan di sosmed. Itu semua dari 1 orang yang sama. Tidak biasanya dia mencariku sebegitunya. Aku langsung mendaratkan jemariku dilayar handphone dan ...

Sepotong Luka yang Dalam

Malam readers. Gimana kabar kalian? Aku harap baik dan sehat selalu yaa hehe. Lama udah gak nulis nih. Dari kemarin ingin nulis sesuatu tapi bingung memulai darimana. Oke malam ini aku bakalan nulis sedikit pengalaman pribadi,baca sampai habis yaa guys. Kritik dan saran sangat-sangat dibutuhkan dalam setiap tulisanku. Jangan pernah bosan juga untuk membaca tulisan-tulisan ku yang jarang ini yaa :') Berawal dari tulisanku yang judul nya "Cinta lama belum kelar?" Setelah peristiwa itu,aku mengalami peristiwa yang dinamakan Putus Cinta. Yaps,you know lah gimana rasanya dan galaunya aku. Aku bahkan menyalahkan diriku sendiri dan bahkan gak bisa memaafkan. Setiap berhadapan dengan kaca dan melihat cerminan diriku dibaliknya,aku merasa marah dan bahkan jijik dengan diriku sendiri. Jangan tanya alasannya kenapa,karena yang akan aku bahas bukan itu. Beberapa bulan harus melewati fase-fase itu sampai suatu saat seorang teman menyarankan menggunakan salah satu aplikasi pencaria...

Coretan "Rindu"

Sendiri ku resapi angin yang behembus malam ini,hingga menusuk tulang rusukku. Malam ini cuaca berpihak kepadaku. Banyak bintang berhamburan di langit. Namun ada 1 bintang yang mengalihkan pandanganku. Bintang itu sangat kuat mengeluarkan sinarnya. Aku tidak mengerti mengapa hanya 1 bintang yang begitu indah pada malam ini,padahal ada beribu bintang yang hadir. Lama sekali aku memandangi bintang tersebut,hingga aku terlelap kar'na nya. 5 menit ... 10 menit ... 20 menit ... Aku semakin terlelap dalam tidurku. Ada bayangan sesosok pria!! Ya aku melihatnya dan aku yakin itu! Aku ingin menggapai bayangan itu. Berusaha sekuat mungkin menggapainya agar aku dapat mengalahkan rasa penasaranku. Namun aku gagal! Bayangan tersebut tidak ingin aku hampiri. Semakin ku dekati,semakin bayangan itu menjauh. Aku berhenti. Berhenti dimana aku merasa lelah mengejarnya. Aku ingin bangun. Bangun dari tidur ini. "Apa kabar?" tanya seseorang yang tiba-tiba berdiri di belakangku. Se...